Back to Blog Home

10 Destinasi Cantik & Hijau Di Mana Kamu Bisa Mendapatkan Liburan Ramah Lingkungan

Apa yang membuat sebuah kawasan menjadi hijau? Ya, itu tergantung bagaimana kamu mendefinisikannya. Untuk beberapa negara, seperti Indonesia, ini semua tentang membangun sebuah bangunan dengan bahan-bahan alami yang berkelanjutan & menerapkan lebih dari 100 panel surya. Di lingkungan Kreuzberg di Berlin, itu berarti menciptakan taman yang mempesona di daerah yang disewa dari kota. Lalu, ada kota-kota besar Amerika seperti Denver, di mana Walikota Michael Hancock menjadikan misinya untuk melakukan apa yang dia bisa untuk memerangi perubahan iklim.

Namun kamu memilih untuk mendefinisikan kata “hijau,” kami telah menemukan tempat yang cocok untuk itu. Dari Islandia, yang berwarna hijau hampir di semua sisi dunia, hingga Seoul, Korea Selatan, tempat Skygarden memikat para pelancong ke jalan raya yang pernah terbengkalai, ada warna hijau untuk dilihat di seluruh dunia. Yang harus kamu lakukan adalah keluar & menemukannya!

 1. Bali, Indonesia 

Copy of Untitled Design (46)

John Hardy pada 2006 membangun 100 panel surya di daerah Sibang Kajha di utara Kabupaten Badung. Panel-panel surya itu digunakannya, menyokong kebutuhan wisata tur persawahan. Sawah-sawah di Bali memang indah. Uniknya, John Hardy mengajak para anak-anak merawat padi yang mereka tanam sendiri agar mereka belajar hidup berkelanjutan.

2. Santa Barbara, California

Air banjir telah membentuk ngarai dan tebing curam di sepanjang Sungai Cuyama di sudut timur laut kota Santa Barbara. Kota berpenduduk sedikit itu, terenal sebagai salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Ameriak Serikat. Setiah halaman rumah penduduknya, memiliki tanaman pistachio, anggur, dan selada.

3. Helsinki, Finlandia

Helsinki kota pelabuhan di pinggir Laut Baltik itu, ingin membebaskan diri dari kendaraan bermotor pada 2050. Sejak 2012, kota it uterus membangun koridor pejalan kaki dan sepeda. Bahkan jalur kereta api The Baanas atau “kereta api” diubah menjadi wisata jalan kaki, tanpa membongkar relnya. Agar kian indah pemerintah kota Helsinki menambah pencahayaan baru, menanam pephonan, dan jalur sepeda. Di ujung selatan jalan, Anda akan menemukan meja ping pong, lapangan pétanque, dan lapangan basket.

4. Berlin, Jerman

Di lingkungan Kreuzberg di bekas Berlin Barat, masalah sewa lahan yang tinggi menjadi momok masyarakat. Lalu Nomadisch Grün (Nomadic Green) organisasi nirlaba membangun taman di atas lahan yang disewa dari pemerintah kota. Tujuan dari Prinzessinnengarten, dibangun dengan semangat untuk mendorong orang lain memulai berkebun di tanah mereka sendiri. Para anggotanya yang mencapai 25 orang menghasilkan uang dengan menjual makanan di taman itu.

5. Llanarthney, Wales

Copy of Untitled Design (47)

National Botanic Garden of Wales, terletak di pedesaan Carmarthenshire, mungkin menjadi salah satu taman bersejarah paling maju di dunia. Dibangun sejak 1600-an, perkebunan Middleton sekarang memiliki rumah kaca tunggal terbesar di dunia, cagar alam nasional, dan rumah kupu-kupu tropis baru, di antara keajaiban lainnya.

6. Denver, Colorado

Tidak semua orang di Denver menyukai Ordonansi 300, yang mengamanatkan bahwa pemilik gedung memiliki taman di atap atau panel surya. Namun, Wali Kota Michael Hancock tetap menjadi pendukung memerangi perubahan iklim, dengan dukungan warganya. Dia tidak hanya bersumpah untuk menegakkan Kesepakatan Iklim Paris, tetapi tahun lalu dia meluncurkan proyek tiga tahun untuk memulai kewirausahaan di Denver yang berkaitan dengan lingkungan.

7. San Diego, California

Nature Collective organisasi nirlaba di California Selatan itu memiliki lahan seluas 77 acre di Encinitas. Para anggotanya menanam berbagai tanaman dan melepaskan hewan liar di sekitar laguna. Mereka meremajakan berbagai tanaman dan mempromosikan wilayah tersebut sebagai destinasi wisata alam bagi warga California. Di antara spesies yang terancam punah yang hidup di sana adalah tikus saku San Diego dan gnatcatcher California.

8. Vancouver, Canada

Kota ini serius menangani limbah berdasarkan sebuah laporan bulan Juni menemukan 2,6 juta gelas sekali pakai berakhir di tempat sampah setiap minggu, dan baru-baru pemerintah kota menyetujui proyek perumahan modular untuk membantu para tunawisma. Selain berupaya mengurangi sampah, Wali Kota Gregor Robertson, mendorong warganya berjalan, bersepeda, dan menggunakan kendaraan umum untuk bepergian.

9. Seoul, Korea Selatan

Copy of Untitled Design (48)

Seperti High Line Kota New York, Skygarden di Seoul mengubah jalan raya terlantar menjadi sesuatu yang ajaib. Ruang yang mempesona, yang buka 24 jam sehari, memiliki jembatan yang menghubungkannya dengan bangunan komersial yang berdekatan, bersama dengan ruang pertunjukan, pasar jalanan, dan perpustakaan. Satu “perpustakaan” dihubi 24.000 tanaman, dikelompokkan berdasarkan alfabet Korea, menunjukkan penggunaan ruang-ruang tertentu, seperti mawar, yang membuat arsitek Belanda MVRDV terkesan dan membangun teater di dekatnya.

10. Taman Nasional Manú, Peru

Ada keanekaragaman hayati, dan kemudian ada mosaik dataran tinggi, iklim mikro, hewan, dan tanaman di Taman Nasional Manú. Menurut Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), taman nasional di Andes Tropis dan Cekungan Amazon di Peru Barat Daya memiliki sekitar 850 spesies burung, antara 2.000 dan 5.000 jenis tanaman, dan setidaknya 200 spesies mamalia. Namun, itu hanya perkiraan – beberapa ilmuwan percaya jumlahnyacjauh lebih tinggi.

facebooktwittergoogle_pluspinterest

  • Pilihan Maksimal

    Lebih dari 460 maskapai penerbangan dan 100.000 hotel yang dapat dipilih. Kami memberikan harga terbaik.

  • harga murah

    Tidak ada biaya tambahan. Harga yang ditampilkan sudah termasuk pajak. Kami memberikan penawaran hotel dan tiket pesawat dengan harga paling murah.

  • Pemesanan mudah

    Pemesanan hanya dengan beberapa langkah mudah. Pembayaran cepat.

  • Kepuasan Para Tamu

    Para wisatawan mengapresiasi bagaimana Anda menemukan penawaran terbaik.